(7)
ANTIQUE,
itulah nama tokoku. Sebagai toko barang antik, toko itu tidak terlalu besar dan
tidak terlalu ramai pengunjungnya. Sehari tokoku paling banyak dikunjungi
sepuluh orang. Itu pun kebanyakan orang asing yang mencari benda-benda antik
dari berbagai etnis di negeri ini. Konon banyak pengunjung asing yang
terkagum-kagum atas koleksi barang antik yang dimiliki toko kami itu. Aku
sendiri tidak tahu bagaimana cara istriku mendapatkan benda-benda tersebut.
Kata pegawai tokoku, barang-barang itu dicari sendiri oleh itriku sampai ke
pelosok-pelosok negeri, meskipun kadang juga ada yang datang menawarkan barang
antik kepada toko kami. Masih kata pegawaiku juga, istriku sangat teliti dalam
menguji orisinalitas barang-barang itu. Ia tidak segan-segan untuk menanyakan
kepada ahlinya, menguji materinya di laboratorium, bahkan kesejarahan
kepemilikan barang itu pun tak luput dipertanyakannya.






